Percabangan Python: Membuat Program Mengambil Keputusan dengan if, elif, dan else

Pada artikel sebelumnya, kita telah mengenal dasar-dasar pemrograman Python. Kita sudah belajar menampilkan informasi dengan print(), menyimpan data dalam variabel, mengenal beberapa tipe data, menerima masukan menggunakan input(), mengubah masukan menjadi bilangan dengan int(), melakukan perhitungan, serta memahami konsep Input → Process → Output.

Baca di sini artikelnya: Pemrograman Dasar Python: Mengenal Program, Coding, dan Membuat Program Sederhana

Namun, program yang hanya menerima data, melakukan perhitungan, dan menampilkan hasil masih memiliki keterbatasan. Bagaimana jika kita ingin komputer mengambil keputusan berdasarkan data yang diberikan?

Misalnya, kita ingin membuat program yang menentukan apakah seorang siswa lulus atau belum lulus. Atau menentukan kategori nilai apakah Sangat Baik, Baik, Cukup, atau Perlu Bimbingan.

Untuk membuat program seperti itu, kita membutuhkan percabangan.

Apa Itu Percabangan?

Percabangan adalah mekanisme dalam pemrograman yang memungkinkan komputer memilih tindakan berdasarkan suatu kondisi.

Sebenarnya, cara berpikir percabangan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Misalnya:

Jika hujan, saya membawa payung.
Jika tidak hujan, saya tidak membawa payung.

Kita sedang membuat keputusan berdasarkan kondisi.

Dalam pemrograman, pola berpikir tersebut dapat diterjemahkan menjadi:

JIKA kondisi benar
    lakukan sesuatu
JIKA TIDAK
    lakukan sesuatu yang lain

Python menyediakan beberapa perintah untuk membuat percabangan. Tiga yang akan kita pelajari adalah:

  • if
  • elif
  • else

Ketiganya menjadi dasar penting untuk membuat program yang mampu mengambil keputusan.

Mengenal if

if digunakan untuk memeriksa apakah suatu kondisi benar.

Perhatikan contoh berikut:

nilai = 80

if nilai >= 75:
    print("Lulus")

Program tersebut memiliki variabel nilai yang berisi angka 80.

Kemudian Python memeriksa kondisi:

nilai >= 75

Pertanyaannya adalah:

Apakah 80 lebih besar atau sama dengan 75?

Jawabannya adalah ya.

Karena kondisi tersebut benar, Python menjalankan:

print("Lulus")

Sehingga outputnya:

Lulus

Di sinilah program mulai memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi.

Memahami True dan False

Ketika Python memeriksa suatu kondisi, hasil pemeriksaannya dapat berupa:

  • True → benar
  • False → salah

Contohnya:

nilai = 80
print(nilai >= 75)

Hasilnya:

True

Karena 80 memang lebih besar atau sama dengan 75.

Contoh lainnya:

nilai = 60
print(nilai >= 75)

Hasilnya:

False

Karena 60 tidak lebih besar atau sama dengan 75.

Konsep True dan False sangat penting karena percabangan menggunakan hasil tersebut untuk menentukan perintah yang harus dijalankan.

Mengapa Ada Tanda :?

Perhatikan penulisan berikut:

if nilai >= 75:
    print("Lulus")

Setelah kondisi if terdapat tanda titik dua:

:

Tanda : menunjukkan bahwa setelah kondisi tersebut terdapat blok kode yang menjadi bagian dari if.

Karena itu, penulisan:

if nilai >= 75:

harus memiliki tanda :.

Jika kita menulis:

if nilai >= 75

Python akan menghasilkan error karena sintaksnya tidak lengkap.

Mengenal Indentasi

Selain tanda :, kita juga harus memperhatikan posisi kode setelah if.

Perhatikan:

if nilai >= 75:
    print("Lulus")

Perintah print() sedikit menjorok ke kanan. Hal tersebut disebut indentasi.

Indentasi menunjukkan bahwa perintah tersebut merupakan bagian dari blok if.

Penulisan yang benar:

if nilai >= 75:
    print("Lulus")

Bukan:

if nilai >= 75:
print("Lulus")

Indentasi merupakan bagian penting dari sintaks Python. Karena itu, ketika menulis percabangan, perhatikan baik-baik posisi kode di dalam blok.

Menggunakan if dan else

Dengan if, kita dapat menentukan tindakan ketika kondisi benar.

Namun, bagaimana jika kita juga ingin menentukan tindakan ketika kondisi tersebut salah?

Kita dapat menggunakan else.

Contohnya:

nilai = 60

if nilai >= 75:
    print("Lulus")
else:
    print("Belum Lulus")

Python akan memeriksa:

nilai >= 75

Karena nilai adalah 60, kondisi tersebut bernilai False.

Maka bagian if tidak dijalankan dan Python menjalankan bagian else.

Outputnya:

Belum Lulus

Dengan demikian, pola sederhana if dan else dapat digunakan untuk membuat dua kemungkinan keputusan.

Mengenal Operator Perbandingan

Agar komputer dapat memeriksa kondisi, kita membutuhkan operator perbandingan.

Operator yang sering digunakan dalam percabangan adalah:

Operator Arti
> lebih besar dari
< lebih kecil dari
>= lebih besar atau sama dengan
<= lebih kecil atau sama dengan
== sama dengan
!= tidak sama dengan

Contohnya:

nilai > 75

berarti memeriksa apakah nilai lebih besar dari 75.

Sedangkan:

nilai >= 75

berarti memeriksa apakah nilai lebih besar atau sama dengan 75.

Perbedaan ini penting ketika menentukan aturan dalam sebuah program.

Misalnya batas kelulusan adalah 75, maka:

if nilai >= 75:

berarti nilai 75 masih termasuk lulus.

Perbedaan = dan ==

Kesalahan yang cukup sering terjadi ketika mulai belajar percabangan adalah menggunakan = ketika seharusnya menggunakan ==.

Perhatikan:

nilai = 80

Tanda = digunakan untuk memberikan nilai kepada variabel.

Artinya, variabel nilai diberi nilai 80.

Sementara itu:

nilai == 80

digunakan untuk membandingkan apakah nilai sama dengan 80.

Contohnya:

nilai = 80

if nilai == 80:
    print("Nilainya tepat 80")

Jadi, cara mudah mengingatnya adalah:

= → memberikan nilai
== → membandingkan apakah sama

Jangan menulis:

if nilai = 80:

Penulisan tersebut salah.

Yang benar:

if nilai == 80:

Menggabungkan input() dengan Percabangan

Sekarang kita gabungkan materi sebelumnya dengan percabangan.

Kita dapat membuat program yang meminta pengguna memasukkan nilai:

nilai = int(input("Masukkan nilai: "))

if nilai >= 75:
    print("Lulus")
else:
    print("Belum Lulus")

Ketika program dijalankan, pengguna akan melihat:

Masukkan nilai:

Jika pengguna memasukkan:

80

program menghasilkan:

Lulus

Jika pengguna memasukkan:

60

program menghasilkan:

Belum Lulus

Perhatikan bahwa program sekarang sudah menggabungkan beberapa konsep:

Input → Process → Decision → Output

Data dimasukkan oleh pengguna, kemudian diperiksa berdasarkan kondisi, lalu program memberikan keputusan.

Bagaimana Jika Kondisinya Lebih dari Dua?

Tidak semua keputusan hanya memiliki dua pilihan.

Misalnya kita ingin mengelompokkan nilai siswa menjadi empat kategori:

  • 90 atau lebih → Sangat Baik
  • 80 sampai kurang dari 90 → Baik
  • 75 sampai kurang dari 80 → Cukup
  • kurang dari 75 → Perlu Bimbingan

Jika hanya menggunakan if dan else, kita akan kesulitan membuat beberapa kategori tersebut.

Python menyediakan elif untuk kondisi seperti ini.

elif merupakan singkatan dari else if.

Contohnya:

nilai = int(input("Masukkan nilai: "))

if nilai >= 90:
    print("Sangat Baik")
elif nilai >= 80:
    print("Baik")
elif nilai >= 75:
    print("Cukup")
else:
    print("Perlu Bimbingan")

Program tersebut memiliki beberapa kemungkinan hasil.

Jika nilai yang dimasukkan adalah 95, hasilnya:

Sangat Baik

Jika nilai 85:

Baik

Jika nilai 78:

Cukup

Jika nilai 65:

Perlu Bimbingan

Bagaimana Python Memeriksa if, elif, dan else?

Hal yang sangat penting untuk dipahami adalah Python memeriksa kondisi dari atas ke bawah.

Perhatikan program:

if nilai >= 90:
    print("Sangat Baik")
elif nilai >= 80:
    print("Baik")
elif nilai >= 75:
    print("Cukup")
else:
    print("Perlu Bimbingan")

Misalnya nilai adalah 85.

Python pertama-tama memeriksa:

nilai >= 90

Hasilnya False.

Kemudian Python memeriksa:

nilai >= 80

Hasilnya True.

Maka Python menjalankan:

print("Baik")

Setelah menemukan kondisi yang benar, Python tidak melanjutkan ke elif berikutnya dalam rangkaian tersebut.

Mari Memprediksi Output

Kemampuan memprediksi output merupakan latihan penting dalam belajar pemrograman.

Perhatikan kode berikut:

nilai = 80

if nilai >= 90:
    print("Sangat Baik")
elif nilai >= 80:
    print("Baik")
elif nilai >= 75:
    print("Cukup")
else:
    print("Perlu Bimbingan")

Cobalah menjawab sebelum menjalankan program.

Nilai adalah 80.

Kondisi pertama:

80 >= 90

Hasilnya False.

Python melanjutkan ke kondisi kedua:

80 >= 80

Hasilnya True.

Maka outputnya adalah:

Baik

Latihan seperti ini membantu kita memahami alur logika program, bukan hanya menghafalkan sintaks.

Percabangan dan Kehidupan Sehari-hari

Konsep percabangan sebenarnya sering kita gunakan tanpa menyadarinya.

Misalnya ketika menentukan pakaian:

Jika cuaca panas, gunakan pakaian yang nyaman.
Jika cuaca dingin, gunakan pakaian yang lebih hangat.

Atau ketika menentukan hasil belajar:

Jika nilai sangat tinggi, kategorinya Sangat Baik.
Jika nilai cukup tinggi, kategorinya Baik.
Jika nilai memenuhi batas tertentu, kategorinya Cukup.
Jika tidak memenuhi batas, perlu Bimbingan.

Pemrograman mengajarkan kita untuk mengubah cara berpikir tersebut menjadi instruksi yang dapat dipahami komputer.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Saat belajar percabangan, beberapa kesalahan berikut perlu diperhatikan.

Lupa tanda :

Salah:

if nilai >= 75
    print("Lulus")

Benar:

if nilai >= 75:
    print("Lulus")

Salah menggunakan = dan ==

Salah:

if nilai = 80:

Benar:

if nilai == 80:

Salah indentasi

Salah:

if nilai >= 75:
print("Lulus")

Benar:

if nilai >= 75:
    print("Lulus")

Kondisi tidak disusun dengan tepat

Ketika menggunakan beberapa elif, urutan kondisi perlu diperhatikan karena Python memeriksanya dari atas ke bawah.

Latihan: Buat Program Percabangan

Setelah memahami konsep if, elif, dan else, sekarang saatnya membuat program sendiri.

Buatlah program Python yang meminta pengguna memasukkan sebuah data dan kemudian menentukan kategorinya.

Kamu dapat memilih salah satu tema berikut:

  • kategori nilai siswa;
  • kategori usia;
  • kategori suhu;
  • kategori kecepatan;
  • atau membuat tema sendiri.

Program harus menggunakan:

if
elif
else

dan memiliki minimal tiga kategori.

Contoh kerangka program:

data = int(input("Masukkan data: "))

if ...:
    print("...")
elif ...:
    print("...")
else:
    print("...")

Jangan hanya menyalin contoh. Tentukan sendiri kondisi dan kategorinya, kemudian uji program menggunakan beberapa nilai yang berbeda.

Belajar dari Error

Dalam membuat program, error merupakan hal yang wajar.

Misalnya kita menulis:

nilai = 80

if nilai = 80:
    print("Nilainya tepat 80")

Program tersebut mengalami kesalahan karena = digunakan untuk memberikan nilai, bukan untuk membandingkan.

Perbaikannya:

nilai = 80

if nilai == 80:
    print("Nilainya tepat 80")

Kegiatan menemukan dan memperbaiki kesalahan seperti ini disebut debugging.

Debugging merupakan bagian penting dalam pemrograman. Programmer tidak selalu langsung menghasilkan kode yang benar pada percobaan pertama. Mereka membaca error, mencari penyebabnya, memperbaiki kode, kemudian menjalankannya kembali.

Apa yang Sudah Kita Pelajari?

Setelah mempelajari percabangan, kita sekarang memahami bahwa program dapat melakukan lebih dari sekadar menjalankan perintah secara berurutan.

Kita telah mengenal:

  • if untuk memeriksa suatu kondisi;
  • elif untuk memberikan kondisi alternatif;
  • else untuk menjalankan perintah ketika kondisi sebelumnya tidak terpenuhi;
  • True dan False sebagai hasil pemeriksaan kondisi;
  • operator perbandingan seperti >, <, >=, <=, ==, dan !=;
  • penggunaan : setelah if, elif, dan else;
  • pentingnya indentasi dalam Python;
  • perbedaan = dan ==;
  • serta penggunaan input() dan int() bersama percabangan.

Yang lebih penting, kita mulai belajar bahwa program adalah cara menerjemahkan logika berpikir manusia menjadi instruksi yang dapat dijalankan komputer.

Penutup

Pada materi dasar Python sebelumnya, program yang kita buat bekerja secara berurutan: menerima input, memproses data, kemudian menghasilkan output.

Dengan percabangan, program menjadi lebih fleksibel karena komputer dapat menentukan tindakan berdasarkan kondisi.

Kita dapat mengatakan kepada komputer:

Jika kondisi ini benar, lakukan ini. Jika kondisi lain yang benar, lakukan itu. Jika tidak ada yang terpenuhi, lakukan tindakan lainnya.

Itulah dasar dari if, elif, dan else.

Kemampuan membuat keputusan merupakan salah satu fondasi penting dalam pemrograman. Setelah memahami percabangan, kita memiliki bekal yang lebih kuat untuk membuat program yang semakin interaktif dan mampu menyelesaikan masalah yang lebih beragam.

Belajar coding bukan sekadar menghafal perintah. Yang paling penting adalah belajar berpikir logis, mencoba, menemukan kesalahan, memperbaikinya, dan memahami mengapa program menghasilkan suatu keputusan.

Biar semakin jelas, pelajari materinya dalam PPT berikut ini;

Pertemuan 3 — Percabangan if, elif, dan else by Tupari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top